Menu
Belajar Bahasa Arab Indonesia

Mabadi Asyrah – 10 Prinsip Dasar Ilmu Nahwu

  • Bagikan
Mabadi Asyrah ilmu nahwu
Mabadi Asyrah ilmu nahwu

Dalam mengkaji suatu ilmu, setiap santri dianjurkan untuk mengetahui terlebih dulu prinsip-prinsip dasar ilmu yang akan dipelajarinya. Setidaknya para ulama menyusun 10 prinsip dasar ilmu, yang kemudian dikenal dengan istilah mabadi asyrah (المبادئ العشرة).

Dalam bentuk syair, Syaikh Abul Irfan Muhammad bin Ali ash-Shabban penyusun Syarh ‘ala Hasyiyah al-Asymuni dan Hasyiyah ‘ala Syarh al-Sa’d al-Tiftazani (wafat 1206 H) menguraikan kesepuluh mabadi asyarah tersebut:

إِنَّ مَبَادِي كُلِّ فَنٍّ عَشرَةْ # الحَدُّ وَالمَوْضُوْعُ ثُمَّ الثَّمرَةْ
وَفَضْلُهُ وَنِسْبَةٌ وَالوَاضِعُ # وَالاسْمُ الاِسْتِمْدَادُ حُكْمُ الشَّارِع
مَسَائِلُ وَالبَعْضُ بِالبَعْضِ اكْتَفَى # وَمَنْ دَرَى الجَمِيْعَ حَازَ الشَّرَفَا

Artinya, “Sesungguhnya prinsip dasarsetiap ilmu itu ada sepuluh. yaitu Al-Had (definisi), Al-Maudhu’ (pokok bahasan), Ats-Tsamroh (hasil yang diperoleh), Nisbah (nilai ilmu tersebut), fadl (keutamaan ilmu tersebut), Wadhi’ (peletak dasar ilmu), Ism (nama ilmu tersebut), Al-Istimdad (dasar pengambilan ilmu), Hukm Asy-Syaari’ (hukum ilmu tersebut berdasarkan tinjauan syariah), dan Masail (masalah apa saja yang dibahas dalam, dengan, dan oleh ilmu tersebut). Sebagian mabadi’ menjadi cukup dengan sebagian yang lain. Siapa yang yang menguasai dan memahami semua prinsip dasar tersebut akan memperoleh kedudukan yang mulia”.

Mabadi Asyrah (10 Prinsip Dasar) Ilmu Nahwu

Mabadi asyrah dapat berlaku untuk setiap fan ilmu. Namun di sini kita akan membahas mabadi asyrah untuk ilmu nahwu.

Adapun mabadi ‘asyrah ilmu nahwu atau 10 prinsip dasar ilmu nahwu adalah sebagai berikut:

1. Al-Hadd: Pengertian Ilmu Nahwu

علم بأصول يعرف بها أحوال اواخر الكلمة اعرابا و بناء باعتبار كونه آلة قانونية تعصم مراعتها اللسان عن الخطاء في المقال من حيث تأديته أصل المعنى

Artinya, “ilmu nahwu adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui hukum-hukum akhir suatu kalimat baik i’rab maupun mabni. Dimana ilmu nahwu merupakan ilmu alat berisi aturan yang menggunakannya bisa menjaga lisan dari kesalahan berucap ketika mendatangkan makna asli.”

2. Al-Maudlu: Objek Kajian/Bahasan Pokok

الكلمات العربية من حيث البحث عن احوالها

Artinya, “Kata-kata bahasa arab yakni pembahasan tentang hukum-hukumnya.”

3. Tsamroh: Manfaat yang Diperoleh

صون اللسان عن الخطاء في الكلام والاستعانة به على فهم كلام الله تعالى وكلام رسوله

Artinya, “menjaga lisan dari kesalahan bicara (bahasa arab) dan bisa membantu memahami kalamullah (al-Qur’an) dan kalam Rasulullah (Hadits).

4. Fadlu: Keutamaan

فوقانه على سائر العلوم بالنسبة والاعتبار

Artinya, “Tingginya ilmu nahwu dibanding ilmu-ilmu lainnya dengan perkaitan dan pertimbangan.”

5. Nisbat: Hubungan Antar Ilmu
Adapun nisbat (hubungan) ilmu nahwu dengan ilmu-ilmu lainnya adalah nisbat mubaayanah (مُبَايَنَة), artinya saling berlainan. Ilmu nahwu bukan bagian dari ilmu lain, dan ilmu lain bukan bagian dari ilmu nahwu.

6. Al-Wadli’u: Peletak Dasar
Peletak dasar ilmu nahwu adalah Imam Abul Aswad ad-Duali.

7. Al-Ismu: Nama Ilmu
Nama ilmu ini adalah ilmu nahwu, atau ilmu bahasa arab

8. Al-Istimdadu: Sumber Pengambilan
Sumber dasar ilmu nahwu adalah dari ucapan-ucapan bahasa arab fasihat.

9. Al-Hukm: Hukum Mempelajari
Hukum mempelajari ilmu nahwu adalah fardlu kifayah bagi setiap musl dimana pun berada. Dan fardlu ‘ain bagi orang-orang yang memperdalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

10. Masa-il: Permasalahan-permasalan
Maksud dari permasalah di sini adalah gambaran bahasan-bahasan atau kaidah-kaidah dalam ilmu nahwu. Diantaranya: Fa’il itu hukumnya marfu’, mubtada itu isim yang dirafa’kan oleh amil-amil lafdziyah, dll.

Nah, itulah 10 prinsip dasar ilmu nahwu. Dimana setiap santri yang akan mempelajari ilmu nahwu seharusnya mengetahui terlebih dahulu prinsip-prinsip dasarnya sebagai pembuka ilmu yang akan dipelajarinya.

Oleh: Ang Rifkiyal

  • Bagikan